Langsung ke konten utama

Ubuntu Tip: Menjadikan Ubuntu Classic default

Dalam versi terbaru (11.10),  Ubuntu secara konsisten memakai Unity sebagai lingkungan desktop yang tampil di layar komputer. Dan yang membuat banyak pengguna Ubuntu geram, Ubuntu tidak menyediakan alternatif seperti pada versi sebelumnya. Selain itu kemungkinan untuk menyesuaikan setting Unity sangat terbatas, misalnya tak ada cara memperlangsing launcher bar, yang selalu tampil di pinggir layar sebelah kiri.


Tentu saja mereka yang tahu interna Linux bisa mengotak-atik sedemikian, sehingga hal tsb. bisa dibuat. Namun pengguna biasa pasti akan kewalahan.

Saya sendiri telah mencoba "hidup" bersama Unity selama beberapa saat. Tapi ada beberapa hal yang mengganggu saya baik dalam hal optik/artistik maupun dalam cara memakai sistem.

Pertama: launcher bar yang selalu muncul di pinggir sebelah kiri layar secara optik jauh dari artistik. Dan tak ada cara untuk mengkofigurasinya, mis. memperkecil ukuran bar, mengganti latar belakang dengan warna yang disukai.

Kedua: tak ada lagi menu aplikasi, yang biasa muncul di sudut sebelah kiri atas. Kini menu favorit bisa diletakkan di launcher bar. Aplikasi lainnya bisa dijangkau melalui dash. Tapi untuk menemukan satu aplikasi, kini saya butuh banyak klik mouse. Melalui daftar menu klasik, saya bisa menemukan satu aplikasi hanya dalam tiga kali klik. Kini melalui dash butuh beberapa klik lagi.

Ketiga: beberapa kombinasi tombol keyboard telah diubah oleh Ubuntu. Misalnya F10 sering saya pakai di Midnight Commander untuk menutup aplikasi. Kini hal itu tidak mungkin lagi, karena F10 sudah dipakai Ubuntu untuk fungsi lain. Di versi sebelumnya fungsi F10 itu masih ada setting untuk mengembalikan fungsi F10 ke fungsi standar.

Keempat dan ini paling menjengkelkan: Tak ada pilihan lagi untuk log in ke desktop environment. Kini hanya ada Unity. Ubuntu Classic yang masih ada di versi sebelumnya telah menghilang.

Nah, kalau Anda merasa terganggu bekerja dengan versi Ubuntu 11.10, maka cara yang paling gampang adalah menginstal ulang versi 11.04 dan menjadikan Ubuntu classic sebagai default desktop. Untungnya: Ubuntu 11.04 adalah versi LTS (Long term support), sedangkan versi terbaru Ubuntu 11.10 hanya disupport 6 bulan ke depan.

Selain itu menginstal Ubuntu sangat gampang dengan memakai Live CD atau Live USB. Saya hanya butuh sekitar 17 menit menginstal Ubuntu di laptop saya! Tentu saja Anda harus meng-backup data pribadi sebelum menginstalasi ulang sistem. Kecuali kalau Anda telah membuat sistematisasi partisi di harddisk Anda, seperti saya buat. Dalam hal itu tanpa backup bisa juga, karena data pribadi tidak terganggu.

Berikut adalah tip untuk menjadikan Ubuntu classic sebagai default lingkungan desktop.

1. Klik System -> Administration -> Login screen.
2. Klik tombol Unlock dan masukkan password.
3. Di bagian bawah di mana ada Select, pilih Ubuntu classic (lihat gambar).
4. Selesai. Gampang bukan?


Nah selamat memakai Ubuntu 11.04 yang masih disupport oleh Ubuntu sampai dua tahun ke depan. Ubuntu 11.10 adalah versi dengan support hanya 6 bulan, sampai versi berikut muncul.

Referensi: Make "Classic session" default in Ubuntu 11.04.

Entri Populer

Kunci kesuksesan Caritas Sibolga

Lima tahun lalu, yakni pada tgl 26 Juli 2005 Caritas Keuskupan Sibolga meresmikan kantor darurat di Mudik, Gunungsitoli, dihadiri oleh berbagai perwakilan Caritas manca negara. Dengan hanya delapan karyawan dan lima relawan dari Universitas Atmajaya, Yogyakarta, pada awalnya Caritas Sibolga menggelar program yang jauh melampaui kemampuannya.

Pengalaman memakai Nexus One: Calendar, Contacts, Email

Kurang lebih setengah tahun saya memakai tiga smartphone terkemuka saat ini: Apple iPhone 3GS (iOS4), HTC Nexus One (Android), dan Nokia E72 (Symbian). Sayang Nokia E72 begitu ketinggalan jaman dibanding kedua smartphone lainnya dalam hal teknologi, sehingga saya selalu meninggalkannya di rumah, tersimpan rapi di dalam laci. Sedangkan Nexus One dan iPhone tetap menemaniku menjelajah berbagai dunia, baik dunia nyata maupun dunia maya. Bahkan seandainya Nexus One memiliki layar 7 inci dan resolusi 1024x768, maka hampir pasti juga laptop Asus UL20A saya akan menjadi korban, jarang disentuh.

Mendengar Radio FM di Nexus One!

Kemungkinan besar Anda tidak tahu bahwa Anda bisa mendengar radio melalui Nexus One Anda. Saya tidak tahu entah Google telah tahu sejak awal dan telah mempersiapkannya. Tetapi HTC Nexus One, yang dikenal juga sebagai Google Phone, rupanya memiliki chip, yang memungkinkan untuk mengaktifkan radio FM. Tentu saja dalam sistem operasi standar yang dikeluarkan Google, kemampuan tsb. tidak aktif dan juga tak ditemukan aplikasi radio FM di antara berbagai aplikasi yang ada.

Kebenaran dan kejujuran tidak selalu mengenakkan

Tadi malam Br. Germanus Halawa tiba dari Gunung Sitoli. Kehadirannya otomatis mengingatkanku pada perpisahan yang unik tgl 1 April yang lalu. Maka waktu makan tadi malam mulailah kami menceritakan kembali kisah itu, yang aneh tapi nyata. P. Barnabas Winkler, satu-satunya senior di antara kami, mendengarkan kisah itu sambil senyum-senyum. Begitulah dia menghayati kebijaksanaannya.