Langsung ke konten utama

Aplikasi Android favorit saya

Ada ratusan ribu aplikasi untuk Android. Tapi siapa mau menginstalasi semuanya itu? Selain memang tak akan cukup tempat di memori HP, pada akhirnya toh pengguna hanya akan mempertahankan aplikasi yang dia butuhkan saja.

Demikian juga dengan saya. Berikut adalah aplikasi yang bertahan di Nexus One dan Galaxy Tab saya. Saya sertakan juga screenshots daftar aplikasi di Galaxy Tab. Klik untuk melihat gambar sepenuhnya.

Browser:
Firefox
Skyfire

Catatan:
1. Saya biasanya memakai browser built-in Android, karena sangat cepat dan sampai sekarang tak bermasalah dalam menampilkan websites yang selalu saya kunjungi.
2. Firefox sangat lamban, tetapi sangat diperlukan bila harus mencetak websites ke PDF. Firefox extension memungkinkan hal itu.
3. Dulu saya biasa memakai Skyfire untuk browsing di tablet Galaxy Tab. Namun sejak saya mengupgrade Galaxy Tab ke Gingerbread, browser Android sangat mulus dan cepat, sehingga skyfire hampir jarang disentuh. Saat ini saya pakai ROM Overcome 2 Gold untuk Galaxy Tab dan ROM CyanogenMod 7.0.3 untuk Nexus One.


Communication:
Facebook
Twitter
MobileVoip (ini aplikasi yang saya pakai untuk menelpon ke Tanah Air)
Skype
Google Mail
Yahoo Mail


Forum:
XDA (ini alamat nomor satu untuk mendiskusikan ROM untuk berbagai HP dan tablet)


Spiritual:
Catholic One (Saya biasa pakai aplikasi ini untuk berdoa ofisi harian)


Games:
Angry Birds
Hero of Sparta
Spider-Man HD
Sandstorm
Gangstar
Dungeon Hunter

Catatan:
Saya bukan pencinta berat games. Namun beberapa games saya beli (bukan bajakan, lho!) untuk mencoba-coba.


Multimedia:
Movies (untuk menonton trailer film-film yang sedang diputar di bioskop dan film-film terbaru)
Photoshop Express

Catatan:
Berikut adalah daftar video film yang saya beli (jadi bukan bajakan, lho) sebagai perbendaharaan pustaka pribadi:
48 Hours
10000 BC
American Beauty
Beowulf
Capitalism a love story
City of angels
Eyes wide shut
Inception
Iron man
Ninja assassin
Startrek 2009
The god father
Transformers 2


News:
BBC iPlayer
BBC News
CNET News
Deutsche Zeitungen
Engadget
Heise Online
Indonesia News
News & Weather
TechRadar
Tempo
Time Mobile
UK Newspapers
UK & World News


Productivity:
Amazon Kindle (Ini adalah aplikasi untuk membaca ebooks dari Amazon)
WSmith eBooks (Ini adalah aplikasi untuk membaca ebooks dari WSmith)
Documents To Go (Ini adalah aplikasi Office yang sering saya pakai)
Docs (Ini adalah aplikasi Office dari Google, yang kadang saya pakai)
Adv. English & Thesaurus (Sekedar kamus alternatif)
Google Translate (Aplikasi penerjemahan teks)
ColorDict (Sekedar kamus alternatif)
ColorNote (Ini aplikasi yang saya pakai untuk buat daftar belanja)
QR Droid (Ini adalah aplikasi untuk membaca barcode)

Catatan:
Untuk kamus saya biasa memakai Cambridge Dictionary yang bisa diakses online di http://dictionary.cambridge.org.
Untuk membaca buku elektronis Kindle adalah aplikasi favorit saya.
Untuk mengolah teks, presentasi dan spreadsheet saya biasa pakai Documents To Go.


Tools & Utilities:
Bookmarks Sort & Backup
Chrome to Phone
Dropbox (Aplikasi praktis untuk mensinkronkan files di berbagai perangkat via internet)
ROM Manager (Saya biasa pakai aplikasi ini untuk backup dan instalasi ROM baru)
Screenshot (Ini adalah aplikasi untuk memfoto tampilan di layar)
AndroZip
SMS Backup+ (Ini aplikasi favorit saya untuk membackup sms, sehingga sms lama tetap tersimpan, kendati dihapus dari HP)
Spare Parts
Stop Skype
Superuser
Swype (Ini adalah aplikasi alternatif untuk mengetik di Android. Saya pakai untuk mengetik dalam bahasa Inggeris)
Terminal Emulator
Titanium Backup (Aplikasi ini sangat vital bagi saya untuk membackup dan me-restore aplikasi)
Astro File Manager
Samsung Task manager

Travel:
Google Maps
Tube (Ini adalah aplikasi perjalanan KA)
WorldMate


Tentu saja masih ada aplikasi lain yang kadang saya instalasi lalu kemudian deinstalasi lagi setelah mencoba-coba. Tapi inilah daftar aplikasi yang akhirnya selalu bertahan.

Entri Populer

Kunci kesuksesan Caritas Sibolga

Lima tahun lalu, yakni pada tgl 26 Juli 2005 Caritas Keuskupan Sibolga meresmikan kantor darurat di Mudik, Gunungsitoli, dihadiri oleh berbagai perwakilan Caritas manca negara. Dengan hanya delapan karyawan dan lima relawan dari Universitas Atmajaya, Yogyakarta, pada awalnya Caritas Sibolga menggelar program yang jauh melampaui kemampuannya.

Pengalaman memakai Nexus One: Calendar, Contacts, Email

Kurang lebih setengah tahun saya memakai tiga smartphone terkemuka saat ini: Apple iPhone 3GS (iOS4), HTC Nexus One (Android), dan Nokia E72 (Symbian). Sayang Nokia E72 begitu ketinggalan jaman dibanding kedua smartphone lainnya dalam hal teknologi, sehingga saya selalu meninggalkannya di rumah, tersimpan rapi di dalam laci. Sedangkan Nexus One dan iPhone tetap menemaniku menjelajah berbagai dunia, baik dunia nyata maupun dunia maya. Bahkan seandainya Nexus One memiliki layar 7 inci dan resolusi 1024x768, maka hampir pasti juga laptop Asus UL20A saya akan menjadi korban, jarang disentuh.

Ubuntu Tip: Menjadikan Ubuntu Classic default

Dalam versi terbaru (11.10),  Ubuntu secara konsisten memakai Unity sebagai lingkungan desktop yang tampil di layar komputer. Dan yang membuat banyak pengguna Ubuntu geram, Ubuntu tidak menyediakan alternatif seperti pada versi sebelumnya. Selain itu kemungkinan untuk menyesuaikan setting Unity sangat terbatas, misalnya tak ada cara memperlangsing launcher bar, yang selalu tampil di pinggir layar sebelah kiri.


Mendengar Radio FM di Nexus One!

Kemungkinan besar Anda tidak tahu bahwa Anda bisa mendengar radio melalui Nexus One Anda. Saya tidak tahu entah Google telah tahu sejak awal dan telah mempersiapkannya. Tetapi HTC Nexus One, yang dikenal juga sebagai Google Phone, rupanya memiliki chip, yang memungkinkan untuk mengaktifkan radio FM. Tentu saja dalam sistem operasi standar yang dikeluarkan Google, kemampuan tsb. tidak aktif dan juga tak ditemukan aplikasi radio FM di antara berbagai aplikasi yang ada.

Kebenaran dan kejujuran tidak selalu mengenakkan

Tadi malam Br. Germanus Halawa tiba dari Gunung Sitoli. Kehadirannya otomatis mengingatkanku pada perpisahan yang unik tgl 1 April yang lalu. Maka waktu makan tadi malam mulailah kami menceritakan kembali kisah itu, yang aneh tapi nyata. P. Barnabas Winkler, satu-satunya senior di antara kami, mendengarkan kisah itu sambil senyum-senyum. Begitulah dia menghayati kebijaksanaannya.