Kamis, 25 Februari 2016

Teka-teki Lukas dalam kisah Lazarus

Photo by author
Tidak banyak perumpamaan dalam Kitab Suci, yang begitu hidup-hidup dikisahkan, sehingga kita merasakan seolah perumpamaan tsb. adalah kisah nyata.

Ke dalam perumpamaan istimewa sedemikian masuk perumpamaan seorang kaya dan Lazarus, dalam Injil (Luk 16,19-31).

Pada pandangan pertama perumpamaan tsb. seolah sederhana dan tidak menimbulkan banyak pertanyaan. Tetapi secepat kita memandangnya lebih dekat semakin banyak pertanyaan timbul.

Kita ambil saja pertanyaan kaliber ringan: Mengapa nama orang kaya itu tidak disebut Lukas, sedangkan orang miskin itu disebut namanya: Lazarus? Apakah dengan sandi sedemikian Penginjil Lukas mau menyodorkan kepada kita sebuah teka teki, yang seyogyanya kita renungkan jawabannya?

Ataukah Lukas justru ingin membocorkan pesan utama perumpamaan Yesus ini dalam nama orang miskin itu: Lazarus? sedangkan orang kaya itu tak bernama, sebab ia bisa mewakili siapa saja?

Mari lihat pertanyaan yang lebih berkaliber berat. Cukup satu untuk kesempatan ini, yakni apakah salahnya menjadi orang kaya? Bukankah kekayaan justru merupakan anugerah Allah? Tak heran bila dalam sejarah Kekristenan ada aliran tertentu yang melihat pemilikan harta kekayaan sebagai bukti, bahwa Allah memberkati orang yang memiliki banyak harta.

Pandangan sedemikian memang bukanlah pandangan baru. Sudah dalam Perjanjian Lama para leluhur kita dalam iman berpandangan sedemikian. Tetapi baru sejak lahirnya zaman yang disebut abad modern, pandangan ini menjadi dasar dari apa yang dewasa ini dikenal sebagai kapitalisme (kapital artinya modal, kapitalisme adalah aliran yang menjunjung tinggi pemupukan modal atau harta milik) dan merupakan motor utama, yang membuat negara-negara yang sekarang kita sebut makmur dan sejahtera mencapai taraf hidup sedemikian.

Jadi sekali lagi, apakah menjadi kaya itu salah?

Orang kaya, yang disebut dalam perumpamaan Yesus ini nampak-nampaknya bukan orang jahat. Tidak ada indikasi, bahwa dia merengguk kekayaannya secara tidak halal. Bahkan dia membiarkan Lazarus, yang miskin itu, mengumpukan sisa-sia makanan yang jatuh dari meja makannya untuk mengisi perutnya.

Jadi apanya yang salah menjadi orang kaya?

Kemungkinan besar Penginjil Lukas mengemas perumpamaan ini untuk menyampaikan pesan yang ia selipkan di akhir perumpamaan itu.

Kisah si orang kaya dan Lazarus diakhiri dengan permintaan orang kaya itu, supaya Abraham mengirim seseorang yang akan memperingatkan saudara-saudaranya, sehingga tidak bernasib seperti dia. Dan Abraham menolak dan bersikeras, bahwa kesaksian Musa dan para nabi sudah cukup untuk menuju keselamatan, sehingga tidak akan mengalami nasib yang sama dengan orang kaya itu.

Musa dan para Nabi itu pasangan kata yang merupakan nama lain dari Taurat, artinya perintah-perintah atau Sabda Allah. Sabda Allah sudah cukup untuk menjadi peringatan bagi manusia. Barangsiapa mendengarkannya akan menjadi selamat.

Contohnya adalah Sabda Allah melalui nabi Yeremia (Yer 17,5-10), yang menegaskan: Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ini saja sebenarnya sudah cukup untuk orang kaya itu untuk diselamatkan. Tetapi justru hal inilah yang kurang padanya.

Mungkin kita teringat pada perumpaan lainnya dalam Injil tentang seorang kaya yang memutar otak untuk membangun gudang beras yang baru dan ingin bersenang-senang, melupakan Allah. Ia pun dikecam dan dicabut nyawanya oleh Tuhan, karena tidak menaruh harapan kepada Tuhan, melainkan pada harta yang fana.

Sebagai kontras, Injil menyuguhkan kepada kita figur Lazarus. Nama itu sendiri berarti "Allah menolong". Nomen est omen, kata orang latin, nama menunjukkan makna. Penginjil Lukas menyembunyikan jawaban terhadap teka-teki dalam perumpamaan ini dalam nama Lazarus.

Lazarus diselamatkan, dia yang boleh masuk ke surga, atau dalam ungkapan Kitab Suci "tinggal di pangkuan Abraham", karena dia menaruh harapannya pada Tuhan. Karena dia memasang telinganya kepada pesan Musa dan para Nabi, kepada Sabda Tuhan.

Untuk kita sebagai pendengar Sabda itu sekarang tinggallah gaung dari kalimat Injil tadi: Pada mereka ada kesaksian Musa dan para nabi. Baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.


Catatan: Tulisan ini mengacu pada Luk 16,19-31 dan Yer 17,5-10, yang merupakan bacaan Kitab Suci pada hari Kamis, Prapaska II.

Senin, 14 November 2011

Memakai GNOME Classic Modus di Ubuntu 11.10


Banyak pengguna Ubuntu senior tidak menyukai tampil muka Ubuntu 11.10 yang memakai Unity. Kini ada solusi elegan, yakni dengan memakai Gnome Classic yang telah di-fork untuk Ubuntu 11.10. Di bawah ini saya tunjukkan langkah-langkah yang ditempuh untuk menginstalasi dan memakai Gnome Classic.

Dalam artikel ini saya mengusulkan untuk menginstalasi Ubuntu 11.04 dan pilih Ubuntu classic di kala login. Namun hal itu tidak perlu lagi.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Tampilan Galaxy Tab dengan DPI lebih rendah

Saya baru saja mencoba menurunkan nilai DPI layar Samsung Galaxy Tab 7 dan tampaknya sangat menarik. Angka DPI standar Galaxy Tab adalah 240. Dalam percobaan ini saya menurunkannya ke 182. Hasilnya?

Kamis, 20 Oktober 2011

Ubuntu Tip: Menjadikan Ubuntu Classic default

Dalam versi terbaru (11.10),  Ubuntu secara konsisten memakai Unity sebagai lingkungan desktop yang tampil di layar komputer. Dan yang membuat banyak pengguna Ubuntu geram, Ubuntu tidak menyediakan alternatif seperti pada versi sebelumnya. Selain itu kemungkinan untuk menyesuaikan setting Unity sangat terbatas, misalnya tak ada cara memperlangsing launcher bar, yang selalu tampil di pinggir layar sebelah kiri.


Minggu, 12 Juni 2011

Tablet mana bisa jadi calon pengganti Galaxy Tab?


Saya membeli Galaxy Tab pada bulan November 2010 lalu. Kendati disainnya saya suka, ketika pertama kali memakainya Galaxy Tab mengecewakan saya. Mengapa? Android 2.2 yang dibesut Samsung dalam Galaxy Tab itu agak lamban. Terutama untuk browsing website, Galaxy Tab menguji kesabaran saya. Karena itu saya memberanikan diri me-root Galaxy Tab tsb. dan menginstalasi ROM modifikasi Modaco, yang saya dapat dari forum XDA.


Selasa, 07 Juni 2011

HP mana bisa jadi calon pengganti Nexus One?

Beberapa bulan lalu saya akhirnya menjual iPhone 3GS saya. Mengapa? Karena sayang juga barang berharga begitu tinggal tergeletak berdebu di rumah. Memang setelah saya meng-upgrade Nexus One saya ke ROM CyanogenMod, iPhone tsb. selalu ditinggal di rumah. Alasanya banyak deh, bisa dibaca di artikel saya sebelumnya berjudul: "iPhone 3GS? Bahkan lebih baik dari itu". Klik untuk membacanya.

Jadi sekarang saya menenteng Nexus One ke mana-mana. Kendati saya masih puas memakainya, pertanyaan yang mulai muncul adalah: HP manakah yang akan menjadi pengganti Nexus One kalau suatu hari saya harus mengistirahatkannya?

Aplikasi Android favorit saya

Ada ratusan ribu aplikasi untuk Android. Tapi siapa mau menginstalasi semuanya itu? Selain memang tak akan cukup tempat di memori HP, pada akhirnya toh pengguna hanya akan mempertahankan aplikasi yang dia butuhkan saja.

Demikian juga dengan saya. Berikut adalah aplikasi yang bertahan di Nexus One dan Galaxy Tab saya. Saya sertakan juga screenshots daftar aplikasi di Galaxy Tab. Klik untuk melihat gambar sepenuhnya.

Rabu, 01 Juni 2011

Multimedia player canggih yang bisa menari lintas panggung

Sudah lama saya mencari multimedia player yang memadukan keindahan tampilan dan kekayaan fitur. Maklum selera saya memang tidak sembarang.

Pencarian itu akhirnya berakhir. Nama aplikasi tersebut adalah Miro. Ini baru namanya multimedia player canggih. Entah di PC dengan sistem operasi Windows, Mac, atau Linux (saya memakai Ubuntu) atau di tablet dan smartphone pintar kayak Android atau iPhone, Miro bisa berenang bebas.

Selasa, 31 Mei 2011

Di Computex 2011 raksasa Intel bak kerdil di teknologi tablet

Intel ketinggalan kereta?

Minggu ini pameran teknologi Computex 2011 lagi bergelegar di Taiwan. Dan akhirnya Intel menunjukkan prosesor terbarunya Oak Trail, yang diharapkan menjadi hati dan otak tablet dan smartphone yang sedang merajai dunia.

Ya, Intel seperti ketinggalan kereta dalam hal teknologi mobile. Di dalam tablet dan smartphone, yang sedang menggeser peran komputer PC di segala bidang, tak ada prosesor dari Intel melainkan dari ARM. Mengapa?

Jumat, 14 Januari 2011

Apple merupakan ancaman keterbukaan internet

Kebijakan Apple dalam menangani aplikasi mobile merupakan "bahaya" dan "ancaman atas keterbukaan internet", demikian ditegaskan oleh Jimmy Wales, pendiri ensiklopedia online Wikipedia. Hal ini diungkapkan Jimmy saat berceramah di Universitas Bristol, Inggeris, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-10 Wikipedia.