Langsung ke konten utama

Di Persimpangan Zaman Modern

Islam (Dunia Timur) menjalani Zaman Emas, di kala Eropa (Dunia Barat) berkutat di Abad Pertengahan. Pada abad ke-8 Baghad berkembang menjadi kota kosmopolitan dengan segala kemajuan ilmu pengetahuannya, baik di bidang matematika, astronomi, kedokteran, maupun filsafat. Dunia Barat harus pergi belajar ke Dunia Timur. Bahkan Thomas Aquino, bapak teologi skolastik, mengembangkan teologinya dari filsafat ilmuan Arab.

Namun di zaman modern perkembangan ilmu di Dunia Timur berhenti sementara Dunia Barat mengembangkan ilmu pengetahuan, yang kita kenal sekarang ini. Bukan hanya itu, bahkan dewasa ini Dunia Timur sepertinya kembali ke Abad Pertengahan, lebih mengandalkan emosi daripada rasio, terperangkap dalam fundamentalisme dan radikalisme. Mengapa demikian? Faktor apa yang membuat Dunia Timur berhenti maju? Para ahli sejarah pun masih mencari jawaban.

Bulan ini majalah terkenal Jerman, Der Spiegel, mengulas sejarah Islam (edisi 5/2010) bertajuk: Islam. 1400 tahun iman, perang dan budaya. Bersamaan dengan terbitnya edisi tsb. Spiegel menulis satu artikel di situs onlinenya berjudul. Di Persimpangan Zaman Modern: Kejatuhan ke dalam Bayang-Bayang (Am Scheideweg der Moderne: Sturz in den Schatten - SPIEGEL ONLINE - Nachrichten - Wissenschaft). Sebuah artikel yang sangat menarik dan pantas menjadi bahan diskusi akademis. Selamat menikmati.

Entri Populer

Kunci kesuksesan Caritas Sibolga

Lima tahun lalu, yakni pada tgl 26 Juli 2005 Caritas Keuskupan Sibolga meresmikan kantor darurat di Mudik, Gunungsitoli, dihadiri oleh berbagai perwakilan Caritas manca negara. Dengan hanya delapan karyawan dan lima relawan dari Universitas Atmajaya, Yogyakarta, pada awalnya Caritas Sibolga menggelar program yang jauh melampaui kemampuannya.

Pengalaman memakai Nexus One: Calendar, Contacts, Email

Kurang lebih setengah tahun saya memakai tiga smartphone terkemuka saat ini: Apple iPhone 3GS (iOS4), HTC Nexus One (Android), dan Nokia E72 (Symbian). Sayang Nokia E72 begitu ketinggalan jaman dibanding kedua smartphone lainnya dalam hal teknologi, sehingga saya selalu meninggalkannya di rumah, tersimpan rapi di dalam laci. Sedangkan Nexus One dan iPhone tetap menemaniku menjelajah berbagai dunia, baik dunia nyata maupun dunia maya. Bahkan seandainya Nexus One memiliki layar 7 inci dan resolusi 1024x768, maka hampir pasti juga laptop Asus UL20A saya akan menjadi korban, jarang disentuh.

Ubuntu Tip: Menjadikan Ubuntu Classic default

Dalam versi terbaru (11.10),  Ubuntu secara konsisten memakai Unity sebagai lingkungan desktop yang tampil di layar komputer. Dan yang membuat banyak pengguna Ubuntu geram, Ubuntu tidak menyediakan alternatif seperti pada versi sebelumnya. Selain itu kemungkinan untuk menyesuaikan setting Unity sangat terbatas, misalnya tak ada cara memperlangsing launcher bar, yang selalu tampil di pinggir layar sebelah kiri.


Mendengar Radio FM di Nexus One!

Kemungkinan besar Anda tidak tahu bahwa Anda bisa mendengar radio melalui Nexus One Anda. Saya tidak tahu entah Google telah tahu sejak awal dan telah mempersiapkannya. Tetapi HTC Nexus One, yang dikenal juga sebagai Google Phone, rupanya memiliki chip, yang memungkinkan untuk mengaktifkan radio FM. Tentu saja dalam sistem operasi standar yang dikeluarkan Google, kemampuan tsb. tidak aktif dan juga tak ditemukan aplikasi radio FM di antara berbagai aplikasi yang ada.

Kebenaran dan kejujuran tidak selalu mengenakkan

Tadi malam Br. Germanus Halawa tiba dari Gunung Sitoli. Kehadirannya otomatis mengingatkanku pada perpisahan yang unik tgl 1 April yang lalu. Maka waktu makan tadi malam mulailah kami menceritakan kembali kisah itu, yang aneh tapi nyata. P. Barnabas Winkler, satu-satunya senior di antara kami, mendengarkan kisah itu sambil senyum-senyum. Begitulah dia menghayati kebijaksanaannya.