Langsung ke konten utama

Mendengar Radio FM di Nexus One!

Kemungkinan besar Anda tidak tahu bahwa Anda bisa mendengar radio melalui Nexus One Anda. Saya tidak tahu entah Google telah tahu sejak awal dan telah mempersiapkannya. Tetapi HTC Nexus One, yang dikenal juga sebagai Google Phone, rupanya memiliki chip, yang memungkinkan untuk mengaktifkan radio FM. Tentu saja dalam sistem operasi standar yang dikeluarkan Google, kemampuan tsb. tidak aktif dan juga tak ditemukan aplikasi radio FM di antara berbagai aplikasi yang ada.

Kemarin saya mendownload ROM terbaru produk dapur kompilasi CyanogenMod dan merasa terkejut menemukan satu aplikasi baru Radio FM di antara berbagai aplikasi yang telah ada. Saya lalu menjalankannya, dan ternyata berfungsi dengan baik (lihat gambar). Sambil menulis baris-baris ini, saya sedang mendengarkan Radio BBC2, yang sedang memberitakan program penghematan besar-besaran Pemerintah Inggeris, yang diperkenalkan di sidang parlemen kemarin (20/10/2010).

Luar biasa, bukan? Inilah enaknya memakai HP Android seperti Nexus One. Alat sekecil itu, yang tampak seperti HP biasa, ternyata pada kenyataannya adalah komputer. Di dalamnya kita bisa menginstalasi sistem operasi baru (seperti menginstalasi MS Windows di PC), menginstallasi berbagai aplikasi yang kita sukai dari antara 85.000 aplikasi yang tersedia di Android Market.

Di sinilah letak keunikan Google dibanding berbagai perusahaan profit lainnya seperti Microsoft atau Apple. Google tidak menguasai pengetahuan yang dikembangkannya dan menguncinya demi mencari profit sendiri. Google menempuh jalan lain: melepaskan pengetahuan yang diperolehnya kepada para pengguna, sehingga pengguna memiliki power, memegang kendali teknologi, yang dipakainya. Inilah sisi manusiawi Google, yang menempatkan manusia di pusat teknologi, dan bukan sebaliknya. Terima kasih Google.

Catatan:

Bagi yang berminat mengoprek Nexus One-nya, silakan mengunduh ROM terbaru dari CyanogenMod di http://forum.xda-developers.com/showthread.php?t=723844. Setiap hari ada ROM kompilasi baru di sana!

Namun bila Anda belum terbiasa mengoprek HP android, lebih baik tak usah mencoba-coba. Anda malah bisa "menghancurkan" HP Anda nantinya. Kecuali kalau Anda memang memaksudkan Nexus One Anda sebagai development phone. Memang di http://forum.xda-developers.com/showthread.php?t=636795 dan di http://wiki.cyanogenmod.com/index.php?title=Main_Page ada petunjuk, tetapi instruksi jelas-jelas ditulis bukan untuk pemula.

Entri Populer

Kunci kesuksesan Caritas Sibolga

Lima tahun lalu, yakni pada tgl 26 Juli 2005 Caritas Keuskupan Sibolga meresmikan kantor darurat di Mudik, Gunungsitoli, dihadiri oleh berbagai perwakilan Caritas manca negara. Dengan hanya delapan karyawan dan lima relawan dari Universitas Atmajaya, Yogyakarta, pada awalnya Caritas Sibolga menggelar program yang jauh melampaui kemampuannya.

Pengalaman memakai Nexus One: Calendar, Contacts, Email

Kurang lebih setengah tahun saya memakai tiga smartphone terkemuka saat ini: Apple iPhone 3GS (iOS4), HTC Nexus One (Android), dan Nokia E72 (Symbian). Sayang Nokia E72 begitu ketinggalan jaman dibanding kedua smartphone lainnya dalam hal teknologi, sehingga saya selalu meninggalkannya di rumah, tersimpan rapi di dalam laci. Sedangkan Nexus One dan iPhone tetap menemaniku menjelajah berbagai dunia, baik dunia nyata maupun dunia maya. Bahkan seandainya Nexus One memiliki layar 7 inci dan resolusi 1024x768, maka hampir pasti juga laptop Asus UL20A saya akan menjadi korban, jarang disentuh.

Ubuntu Tip: Menjadikan Ubuntu Classic default

Dalam versi terbaru (11.10),  Ubuntu secara konsisten memakai Unity sebagai lingkungan desktop yang tampil di layar komputer. Dan yang membuat banyak pengguna Ubuntu geram, Ubuntu tidak menyediakan alternatif seperti pada versi sebelumnya. Selain itu kemungkinan untuk menyesuaikan setting Unity sangat terbatas, misalnya tak ada cara memperlangsing launcher bar, yang selalu tampil di pinggir layar sebelah kiri.


Kebenaran dan kejujuran tidak selalu mengenakkan

Tadi malam Br. Germanus Halawa tiba dari Gunung Sitoli. Kehadirannya otomatis mengingatkanku pada perpisahan yang unik tgl 1 April yang lalu. Maka waktu makan tadi malam mulailah kami menceritakan kembali kisah itu, yang aneh tapi nyata. P. Barnabas Winkler, satu-satunya senior di antara kami, mendengarkan kisah itu sambil senyum-senyum. Begitulah dia menghayati kebijaksanaannya.